“Universitas telah mengambil tindakan cepat, menghentikan akademisi yang bersangkutan sementara menyelesaikan penyelidikan penuh dan menyeluruh tentang masalah ini,” lanjut pihak universitas, seraya menambahkan bahwa pihaknya juga telah menjangkau mahasiswa dan mahasiswi yang terkena dampak untuk memberikan dukungan. Menurut laporan media tersebut, dosen yang bersangkutan telah mengajar bahasa Inggris di universitas itu sejak tahun 2015.
Editor : Fabyan Ilat
Artikel Terkait
