JAKARTA, iNEWSMANADO.ID - Dengan lebih dari 90 juta pengguna global, termasuk 34 juta anak di bawah 13 tahun yang menghabiskan hampir 3 jam sehari di platform ini, Roblox bukan sekadar game biasa.
Dikutip berbagai sumber Rabu (2/4/2025), Roblox adalah semesta virtual tempat anak-anak berkreasi, bersosialisasi, dan menjelajahi ribuan pengalaman—mulai dari merawat hewan peliharaan digital hingga berpetualang di arena hide-and-seek berbasis GPS.
Namun, di balik daya tariknya, platform ini menyimpan risiko: perundungan daring, eksploitasi seksual, hingga paparan konten ekstrem.
Roblox menghadirkan sejumlah fitur baru:
1. Pembatasan Komunikasi: Anak di bawah 13 tahun hanya bisa berinteraksi via teks dalam mini-games tertentu.
2. Kontrol Orang Tua: Memungkinkan pembatasan waktu bermain, filter konten, hingga pengelolaan daftar teman.
3. Sistem Peringkat Konten: Pengalaman di Roblox kini menggunakan kategori kematangan (mirip rating film), bukan hanya batas usia. Konten tanpa label hanya bisa diakses pengguna 13+—mengakui bahwa kematangan anak berbeda meski usia sama.
4. Verifikasi Orang Tua: Untuk mengaktifkan fitur ini, orang tua harus membuat akun terverifikasi menggunakan identitas atau kartu kredit.
Meski fitur keamanan diperbarui, dua isu kritis tetap ada:
- Risiko Data Pribadi: Verifikasi dengan kartu kredit atau identitas membuka celah kebocoran data—masalah serius di era penipuan digital.
- Tekanan Monetisasi: Roblox mendorong pengeluaran uang nyata untuk aksesori avatar, upgrades, atau hewan virtual. Pesan "berbayar = lebih seru" secara halus tertanam dalam pengalaman bermain.
Editor : Fabyan Ilat
Artikel Terkait