Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Cek Fakta: Kematian Pasien Omicron 250 Orang per Hari!
Advertisement . Scroll to see content

Wajib Tahu! Ini Penjelasan Soal Omicron Siluman, Sulit Dideteksi Tes PCR

Minggu, 27 Februari 2022 | 14:42 WIB
  • author Kevi Laras
Wajib Tahu! Ini Penjelasan Soal Omicron Siluman, Sulit Dideteksi Tes PCR
Gejala Omicron dapat bertahan dalam waktu yang berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan infeksinya. (Foto ilustrasi: Unsplash)

KASUS Penularan Omicron terus terjadi. Belum cukup, kini muncul  varian baru Omicron bernama BA.2 yang disebut sebagai Omicron Siluman. Sebenarnya seperti apa Omicron Siluman ini?

Dikutip dari laman Health, Minggu (27/2/2022), dijelaskan bahwa omicron siluman memiliki sifat genetik tertentu yang membuatnya lebih sulit diidentifikasi sebagai omicron pada tes diagnostik, khususnya reaksi berantai polimerase (PCR) tes.

Menurut John Sellick, ahli epidemiologi dan profesor kedokteran di Universitas di Buffalo/SUNY, virus ini dapat terdeteksi tetapi untuk mengetahui varian sebagai omicron sulit diklarifikasi.

Dalam kasus ini varian BA.2 tidak selalu menghindari deteksi, hanya klasifikasi kadang-kadang. Julukan "omicron siluman" dianggap tidak logis oleh Gary Whittaker, profesor virologi di Cornell University.

Menurut John Sellick, ahli epidemiologi dan profesor kedokteran di Universitas di Buffalo/SUNY, virus ini dapat terdeteksi tetapi untuk mengetahui varian sebagai omicron sulit diklarifikasi.

Dalam kasus ini varian BA.2 tidak selalu menghindari deteksi, hanya klasifikasi kadang-kadang. Julukan "omicron siluman" dianggap tidak logis oleh Gary Whittaker, profesor virologi di Cornell University.

Sebab julukan "omicron siluman" mungkin berguna bagi para ilmuwan di lingkungan laboratorium, tetapi tidak begitu banyak secara klinis. Artinya, itu tidak akan mengubah hasil tes covid-19 positif atau perawatan yang dilakukan.

Editor: Fabyan Ilat

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut