Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nestle Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan FOI Demi Ciptakan Generasi yang Lebih Sehat
Advertisement . Scroll to see content

Heboh! RON 86 Bukan RON 90 Jadi Jawaban Pertalite Boros?

Minggu, 09 Oktober 2022 | 09:33 WIB
  • author Rizky Fauzan
Heboh! RON 86 Bukan RON 90 Jadi Jawaban Pertalite Boros?
Viral di media sosial Twitter terkait unggahan hasil pengujian nilai oktan Pertalite RON 90, tetapi dituliskan RON 86. (Foto: Twitter @yo2thok)

JAKARTA, iNewsManado.com - Heboh hasil uji kadar RON pertalite berada di angka 86 bukan 90. Sebenarnya, RON pertalite berada di angka 90. Alasannya, kadar RON yang tinggi tentunya baik bagi kendaraan. 

Viralnya kualitas Pertalite dengan oktan yang lebih rendah ramai di media sosial Twitter dan TikTok dengan memperlihatkan foto pengetesan Pertalite menggunakan sebuah alat. Di unggahan yang beredar, hasilnya tertera Pertalite memiliki RON 86.

Dengan adanya hal ini, apakah dugaan Pertalite boros pascakenaikan BBM ada hubungannya dengan ini? 

Menanggapi hal tersebut, Ahli Konversi Energi Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto mengatakan, alat pengukur oktan berstandar internasional adalah Coordinating Fuel Research (CFR).

Alat tersebut juga merupakan alat yang biasa digunakan oleh Pertamina untuk mengukur produk BBM.

"Coordinating Fuel Research (CFR), mesin yang biasa digunakan Pertamina untuk mengukur angka oktan pada BBM," ucap Yuswidjajanto dikutip dalam channel YouTube Bensin Kita, seperti ditulis Minggu (9/10/2022).

"Untuk menguji sampel bahan bakar dengan CFR tidak sembarang orang yang boleh melakukannya, hanya operator yang memiliki sertifikat," sambungnya.

Sementara itu, alat ukur oktan yang dijual di pasar pada umumnya, yakni Oktan Analyzer Portabel, dinilai kurang akurat.

Editor: Fabyan Ilat

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut