Kisah Heroik Manuel Musallam, Pendeta Palestina Rela Mati Demi Masjid Al Aqsa

Lutfan Faizi
.
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 09:39 WIB
Manuel Musallam, pendeta Palestina yang bela warga Palestina terkait Masjid Al Aqsa. Foto/Middle East Monitor/Istimewa

YERUSALEM, iNewsManado.com - Manuel Musallam jadi buah bibir di Palestina dalam konflik Israel-Palestina dan Palestina di Masjid Al Aqsa

Manuel Musallam yang merupakan seorang pendeta Palestina rela mati demi membela saudara-saudara muslim dalam mempertahankan Masjid Al Aqsa dari Israel. 

Dikutip dari laman LPJ.org, Manuel Musallam merupakan seorang pendeta Kristen Palestina. Pria kelahiran 16 April 1938 ini lahir di Bir Zeit, Palestina. Pada riwayatnya, dia memiliki sederet jabatan dan prestasi membanggakan yang pernah diraihnya selama mengabdi. 

 Beberapa diantaranya adalah Manuel Musallam pendiri forum Kristen-Islam di Gaza, pendiri Palestine Folklore Group, Kepala Bagian Dunia Kristen di Fatah, Direktur Sekolah Latin di Gaza, Direktur Komite Kristen-Islam di Bir Zeit, dan masih banyak lainnya. 

Dalam perannya, Manuel Musallam juga pernah menjadi penengah untuk ketegangan intra-Muslim dan Muslim-kristen. 

Dia juga pernah diangkat menjadi Kepala Departemen Umat Kristen Kantor Luar Negeri Palestina oleh Presiden Mahmoud Abbas. 

Pada tahun 2009, Pastor Musallam resmi pensiun dari posisinya. Adapun alasan yang mendasarinya adalah karena masalah kesehatan yang memburuk. 

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya setelah Israel kembali menyerang Masjid Al-Aqsa, Manuel Musallam pernah menyerukan kepada umat Kristen Palestina untuk bergabung bersama jamaah muslim dan melindunginya. 

Dikutip dari Middle East Monitor, Pastor Manuel Musallam yang berstatus sebagai kepala Organisasi Organisasi Populer Dunia untuk Keadilan dan Perdamaian Yerusalem menyebut umat Kristen akan bersama muslim Palestina dalam kaitannya mempertahankan Masjidil Aqsa. 

Selain itu, pihaknya juga tidak akan menyerahkan Masjid Al-Aqsa kepada pendudukan Israel. Pernyataan tersebut muncul setelah muncul seruan kelompok ekstremis Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa selama liburan Paskah. 

"Kami akan mati kuat dengan kepala tegak di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem. Kami tidak akan pernah menyerahkan kunci situs suci ini dengan harga berapa pun," tegas dia.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini