Alamak! Gubernur Papua Tolak Rencana Pemerintah Bentuk 3 Provinsi Baru di Wilayah Timur Papua

Tim iNewsManado
.
Jum'at, 27 Mei 2022 | 19:38 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe. (F: reuters)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur Papua Lukas Enembe menolak rencana Pemerintah Indonesia membentuk provinsi baru di wilayah Timur, Papua.

Penolakan Gubernur Papua Lukas Enembe tersebut mengacu pada kelayakan wilayah yang nantinya akan dibentuk provinsi baru.

Alasan Gubernur Lukas Enembe menolak rencana pembentukan provinsi baru karena kondisi kemiskinan.

BACA JUGA: Hilang di Sungari Aare Swiss, Ini Profil dan Biodata Emmeril Kahn Mumtadz Anak Ridwan Kamil

Anggota DPR mengumumkan pada April bahwa mempertimbangkan untuk menambahkan tiga provinsi baru di wilayah tersebut, sehingga totalnya menjadi lima. Pengumuman itu memicu protes dari orang Papua di beberapa kota atas apa yang mereka lihat sebagai perambahan pemerintah pusat ke wilayah yang kaya sumber daya itu.

Gubernur Lukas Enembe mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada cukup sumber daya untuk menjalankan provinsi baru dan bahwa orang Papua tidak dikonsultasikan secara memadai tentang rencana tersebut.

BACA JUGA: Polisi Kanada Tembak Mati Seorang Pria Bawa Senjata di Tengah Kota

“Hanya sedikit orang kami di sini untuk membuat provinsi baru,” katanya, seraya menambahkan bahwa blok administratif baru dapat menyebabkan masuknya orang dari luar Papua dilansir Reuters, Jumat (27/5/2022).

Diketahui, Papua dan Papua Barat membentuk bagian barat pulau New Guinea, dengan luas daratan yang sebanding dengan Swedia dan populasi 5,4 juta.

Wilayah tersebut telah mengalami perjuangan kemerdekaan selama beberapa dekade sejak referendum 1969 melihatnya dimasukkan ke dalam Indonesia. Para kritikus mengatakan pemerintah pusat telah gagal mengembangkan wilayah tersebut, yang dibagi menjadi dua provinsi pada tahun 2003 dan memberikan dana kesejahteraan khusus.

Provinsi Papua dan Papua Barat secara konsisten menempati peringkat terendah di negara ini dalam beberapa indikator ekonomi seperti indeks pembangunan manusia.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini