Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ronald Lumbuun Hadiri Buka Puasa Bersama Jajaran Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara Secara Virtual
Advertisement . Scroll to see content

Renungan Jumat Agung: Introspeksi Diri dan Minta Pengampunan

Jum'at, 15 April 2022 | 08:25 WIB
  • author Tim iNewsManado
Renungan Jumat Agung: Introspeksi Diri dan Minta Pengampunan
Ilustrasi Jumat Agung 2022. (Foto: Istimewa)

PERAYAAN Jumat Agung saat ini berlangsung diseluruh dunia, termasuk umat Nasrani di Indonesia.

Jumat Agung merupakan peristiwa kematian Yesus di kayu salib.

Ada beberapa orang Kristen yang masih sulit membedakan Jumat Agung dengan Paskah. Jumat Agung mengenang kematian Tuhan Yesus, sedangkan Paskah memperingati kebangkitan Tuhan Yesus. Mengapa disebut Jumat Agung? Karena peristiwa kesengsaraan, penderitaan, dan kematian Yesus di kayu salib, terjadi pada hari Jumat. Karena itu, Jumat Agung umumnya diperingati dengan berdoa dan berpuasa. Tradisi gereja untuk berdoa dan berpuasa dilakukan empat puluh hari sebelum hari Jumat Agung.

Dikutip berbagai sumber, makna Jumat Agung dimulai dari pembacaan Alkitab di bawah ini:

 

Pembacaan Alkitab:  1 Korintus 11:23-32

1 Korintus 11:26. Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Renungan Harian 15 April 2022

 

Jumat Agung adalah momen untuk mengingat kesengsaraan dan kematian Tuhan Yesus. Pada masa Perjanjian Lama, ketika seseorang berbuat dosa maka orang tersebut harus membawa “korban” penghapus dosa, yaitu domba yang disembelih dan darahnya dicurahkan sebagai korban. Lewat kematian Yesus di kayu salib, Dia menjadi korban sebagai “Anak Domba Allah”, korban yang sempurna. Karena dosa, manusia binasa, tetapi karena kasih karunia Tuhan Yesus, setiap orang yang percaya kepada Yesus memperoleh hidup yang kekal dan pasti diselamatkan.

Dalam momen Jumat Agung ini, mari kita merenungkan penderitaan dan kematian Yesus demi menyelamatkan manusia. Marilah kita introspeksi dan mengoreksi kembali hidup kita, mungkin ada hal-hal yang telah menyakiti hati Tuhan. Inilah saatnya kita datang kepada Yesus memohon pengampunan-Nya.

Editor: Fabyan Ilat

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut