get app
inews
Aa Read Next : Tempuh Jalur Darat Selama 6 Jam, Menteri AHY Menuju Lahan Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang

Diduga Ada Uang Korupsi Masuk Kas Partai, AHY Bungkam

Selasa, 29 Maret 2022 | 17:20 WIB
header img
AHY, ketum Partai Demokrat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Partai Demokrat kembali diterpa isu korupsi. Ketum Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) bungkam saat ditanya mengenai dugaan aliran uang korupsi Bupati nonaktif Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud ke partai. KPK sendiri telah menetapkan Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis sebagai tersangka.

Dalam lawatannya ke kantor DPP Partai Nasional Demokrat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2022), AHY enggan menjabawa pertanyaan wartawan.

Tak ada sepatah kata yang keluar, lalu AHY pergi meninggalkan para jurnalis. Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Benny Kabur Harman yang ikut dalam lawatan tersebut membantah pengakuan Abdul Ghofur Mas'ud terkait dugaan uang korupsi yang masuk ke dalam kantong DPP Partai Demokrat.

"Tidak ada itu," katanya singkat kepada wartawan di Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2022).

Sebelumnya, KPK memastikan bakal mendalami dugaan aliran dana suap Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud untuk pemilihan calon ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur.

Dugaan aliran dana mencuat karena Abdul Gafur Mas'ud selaku Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan saat itu mencalonkan diri menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur.

"Soal peruntukan dugaan uang yang diterima tersangka untuk apa, apakah ada kaitannya dengan agenda pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur, KPK saat ini masih akan terus melakukan pemeriksaan dan mengembangkannya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Minggu (16/1/2022).

Abdul Gafur beserta lima orang lainnya ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara tahun 2021-2022.

Selain Abdul Gafur, tiga tersangka lain diduga sebagai penerima suap yaitu Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro, dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Jusman.

Adapun satu tersangka diduga pemberi suap ialah Achmad Zuhdi alias Yudi.

Dalam operasi tangkap tangan yang digelar, Rabu (12/1/2022), KPK mendapati uang Rp1 miliar dalam koper serta rekening bank dengan saldo Rp447 juta dan sejumlah barang belanjaan.

 

Editor : Fabyan Ilat

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut