Stasiun Kereta Api Bakal Dibangun di Kota Bitung? Ini Progres Pembangunan Rel di Sulawesi

MANADO, iNEWSMANADO.ID – Wacana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) kembali mencuri perhatian publik.
Proyek ambisius ini diyakini akan semakin mengemuka di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang disebut-sebut mendorong percepatan realisasi infrastruktur transportasi massal ini.
Gubernur YSK bahkan telah menyuarakan komitmennya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra pada Februari 2025 silam. Di hadapan elite partai, ia menegaskan pentingnya melanjutkan proyek rel kereta api yang menghubungkan Makassar (Sulawesi Selatan) dengan Manado (Sulut).
“Kami meminta agar pembangunan jalur kereta api Makassar-Manado dapat segera direalisasikan. Selamat siang,” tegas YSK pada 13 Februari 2025.
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan RI, terdapat tiga alternatif jalur kereta api di Sulut yang telah dipetakan sejak 2017–2019:
1. Lintas Selatan (41,8 km):Manado – Airmadidi – Kema – Bitung.
2. Lintas Tengah (41 km): Manado – Tatelu – Bitung.
3. Lintas Utara (77 km): Manado – Likupang – Bitung.
Proyek ini dianggarkan melalui skema bertahap, dengan Bitung menjadi titik pertemuan ketiga jalur.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal, mengungkapkan bahwa Grand Design Trans Sulawesi bertujuan menyatukan kota-kota strategis di pulau tersebut.
Tahap awal dimulai dengan jalur Makassar-Parepare (120 km), disusul Makassar-Takalar (80 km), dan Gorontalo-Bitung (300 km).
“Targetnya, pada 2030, panjang rel di Sulawesi mencapai 500 km,” jelas Risal pada Juni 2024.
Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) 2030 menegaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap, meski belum ada kepastian waktu penyelesaian. “Jangan tanya ‘kapan’. Yang pasti, desain besarnya sudah jelas,” tambahnya.
1. Mengapa Bitung menjadi fokus?
Bitung dipilih sebagai simpul strategis karena letaknya yang menghubungkan wilayah pesisir dan potensi ekonominya sebagai kota industri dan pelabuhan.
2. Sejauh mana progres saat ini?
Tahap awal (Makassar-Parepare) telah dimulai, sementara kajian teknis untuk jalur di Sulut masih dalam pembahasan.
3. Kapan target operasional?
Proyeksi Ripnas menargetkan 500 km rel beroperasi pada 2030, namun realisasi bergantung pada kesiapan anggaran dan dukungan politik.
Keberhasilan proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi regional.
Namun, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder terkait menjadi kunci agar impian kereta api Trans Sulawesi tak sekadar wacana. (*)
Editor : Fabyan Ilat