Elly Lasut Masuk Nominasi Kepala Daerah Inovatif di Event MNC Group, Ini Alasan Penilaiannya

Fabyan Ilat
.
Kamis, 22 September 2022 | 13:51 WIB
Elly Lasut masuk nominasi penerima penghargaan kepala daerah inovatif diajang MNC Group. Foto/Istimewa

MANADO, iNewsManado.com - Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut masuk nominasi kepala daerah inovatif dalam ajang yang digelar MNC Group, Kamis (22/9/2022).

Elly Lasut kepala daerah satu-satunya di Sulawesi Utara yang masuk sebagai nominasi di ajang tahunan MNC Group tersebut. 

Dijadwalkan, pada Pukul 18.00 WIB, penerima penghargaan kepala daerah inovatif akan dberikan yang acaranya dilaksanakan di Kuil Sam Po Kong, Semarang, Jawa Tengah. 

Elly Lasut masuk nominasi kepala daerah inovatif dalam pencapaian dalam bidang pembangunan ekonomi rakyat. Serta, sejumlah torehan prestasi fantastis. 

Sangat Sedikit mungkin yang tahu dan mengenal detail Kabupaten Kepulauan Talaud. Kabupaten yang berbatasan dengan negara Filipina ini merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. 

Talaud yang memiliki luas darat hanya 3,2% dibanding luas laut yang mencakup 96,8% tentu mayoritas dihuni penduduk yang mata pencahariannya Nelayan. 

Kondisi ini tentu jadi tantangan bagi kepala daerah untuk meningkatkan ekonomi warga dari sejumlah aspek. Sudah pasti dengan memerhatikan kondisi daerah yang didominasi laut. 

Tapi, tantangan tersebut tidak berarti bagi Elly Engelbert Lasut, bupati Kabupaten Kepualauan Talaud. Di tengah keberadaan Talaud yang minim pendapatan daerahnya, tidak membuat Elly Lasut patah arang untuk mencari solusi meningkatkan perekonomian masyarakat dan tentunya mengurangi tingkat pengangguran yang sulit terelakan dikabupaten tersebut. 

Salah satu inovasi fenomenal yang diciptakan Elly Lasut adalah dengan adanya Program Tenaga Kerja Migran Perbatasan. Bayangkan, Elly Lasut menggenjot program ini dengan memerioritaskan putra daerah untuk dikirim sebagai tenaga kerja ke Jepang dengan anggaran daerah. Sisi lain, segala perekrutan, pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) digratiskan Pemerintah Kabupaten Talaud. 

Bahkan, program tenaga kerja migran perbatasan itu oleh Elly Lasut diwajibkan setiap desa untuk mengirim 10 anak muda untuk jadi calon tenaga kerja migran! Hal itu dilakukan karena program tersebut menargetkan calon tenaga kerja migran asal Talaud yang berasal dari keluarga tidak mampu sebanyak 2.000 orang! Hasilnya? Lewat proses seleksi dari dinas terkait dan mekanisme sesuai regulasi dengan sejumlah pihak terkait, saat ini sekira 34 orang sudah diakomodir sebagai CPMI. 

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini