Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Arti Marga di Minahasa Berawalan N, O dan I
Advertisement . Scroll to see content

Ini Sejarah Penggunaan Marga di Sulawesi Utara, Ternyata Dipengaruhi Budaya Eropa

Jum'at, 04 Februari 2022 | 11:08 WIB
  • author Tim iNewsManado
Ini Sejarah Penggunaan Marga di Sulawesi Utara, Ternyata Dipengaruhi Budaya Eropa
Keterangan marga yang berada di sekitar Benteng Moraya di Tondano, Minahasa. (Foto: tangkapan layar Youtube)

Masyarakat Minahasa tidak mengenal / memakai “Nama Keluarga” atau “Fam”, setelah kedatangan bangsa-bangsa Eropa barulah mereka mengenal hal ini.
“Nama Keluarga” atau “Fam” [Bhs. Belanda : Familie naam] dalam masyarakat Minahasa kini, tidak terlepas dengan silsilah-silsilah dan nama-nama yang ada dari zaman dahulu.
Memasuki pertengahan abad delapan belas kebiasaan “Pencantuman nama orang tua” ini sudah mulai terjadi di seluruh Walak Minahasa walaupun juga belum menjadi kebiasaan umum [ cat : sekitar tahun 1770 sudah ada 24 Walak di Minahasa dengan adanya Walak Negeri Baru / Titiwungen ].
Ditahun 1851 barulah kebiasaan “Pencantuman nama orang tua” ini menjadi kebiasaan umum bahkan diharuskan dan menjadi “Nama Keluarga” akibat diberlakukannya pajak [Belasting] oleh Residen saat itu [ Residen Scherius ] yang diatasnamakan kepala keluarga dan lelaki dewasa.

Editor: Fabyan Ilat

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut